Kamis, 31 Maret 2011

lagu cinta

lagu cinta


32 Persen Perempuan Merasa Gelisah Usai Bercinta

Posted: 31 Mar 2011 12:35 AM PDT

32 Persen Perempuan Merasa Gelisah Usai Bercinta. Hubungan seks yang dilakukan di bawah tekanan sering menyebabkan seseorang terutama perempuan merasa gelisah. Namun menurut penelitian, 1 dari 3 perempuan tetap merasa sedih dan kelihatan murung meski terpuaskan dalam hubungan seks.

Normalnya, perasaan yang paling sering muncul setelah berhubungan seks yang menyenangkan adalah perasaan rileks. Hal ini berhubungan dengan pelepasan hormon-hormon oksitosin pemicu orgasme dan terhentinya hormon kortisol yang memicu stres.

Perasaan negatif seperti sedih dan gelisah yang muncul usai berhubungan seks disebut post-sex blues. Biasanya, fenomena ini dialami oleh perempuan yang berhubungan seks di bawah tekanan atau dibayangi trauma di masa lalu misalnya pernah dilecehkan.

Menurut penelitian terbaru yang dilakukan Prof Robert Schweitzer dari Queensland University of Technology, fenomena ini tidak hanya dialami oleh perempuan yang tidak menikmati hubungan seks. Bahkan ketika terpuaskan, perasaan negatif itu tetap muncul pada beberapa orang.

Tidak diketahui pasti penyebabnya, namun penelitian tersebut mengungkap 32,9 persen perempuan mengalami post-sex blues. Artinya 1 dari 3 perempuan akan merasa sedih dan gelisah meski terpuaskan dalam hubungan seks yang baru saja dilakukan bersama pasangannya.

“Post-sex blues pada perempuan yang punya trauma psikologis akan membuatnya menghindari seks. Tapi karena banyak yang mengalaminya, maka ada faktor lain yang memicunya yakni faktor biologis,” ungkap Prof Schweitzer seperti dikutip dari NineMSN, Kamis (31/3/2011).

Prof Schweitzer menduga, faktor psikologis justru tidak banyak memicu gangguan suasana hati yang disebut juga poscoital dysphoria ini. Meski demikian, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Health ini tidak mengungkap faktor lain yang memicunya.

Kenapa Sakit Hati Lebih Sakit dari Sakit Gigi

Posted: 31 Mar 2011 12:33 AM PDT

Kenapa Sakit Hati Lebih Sakit dari Sakit Gigi. Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati … Penggalan lirik lagi danggut Meggy Z itu agaknya tak berlebihan. Penelitian Universitas Michigan, Amerika, mengungkap bahwa rasa akibat kegagalan cinta mampu mengalahkan sakit akibat luka fisik.

Penelitian itu menciptakan kesimpulan bahwa rasa kekecewaan akibat tak terbalasnya cinta lebih dari rasa emosional biasa. Merasa dikhianati orang terkasih dapat mengaktifkan wilayah otak yang berfungsi memunculkan rasa sakit pada fisik saat terluka.

Kesimpulan itu membantu menjelaskan mengapa patah hati bisa begitu menyakitkan dalam waktu yang lama. Bahkan, rasa sakit yang muncul akibat patah hati seringkali membutuhkan perawatan melebihi sakit fisik.

Penelitian ini melibatkan 40 pria dan wanita yang terpaksa mengakhiri hubungan percintaan mereka. Semua responden mengatakan bahwa mereka merasakan sakit yang teramat sangat.

Melalui pemindaian otak, peneliti melakukan stimulasi rasa sakit dengan memperlihatkan foto mantan kekasih dan meberi sentuhan benda panas. Hasilnya, para responden mengatakan bahwa rasa sakit hati yang muncul saat melihat foto mantan kekasih, sama sakitnya saat tersentuh benda yang sangat

Berdasar penelitian yang dipublikasikan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, foto otak responden memperlihatkan daerah otak yang memproses dua jenis sakit. “Hasilnya memberikan gagasan baru pada rasa sakit akibat penolakan sosial,” ujar Ethan Kross, salah satu peneliti.

Lewat pemindaian otak, karakter sakit akibat penolakan cinta dan akibat tumpahan secangkir kopi panas pada kulit terlihat berbeda. Namun, penelitian ini menunjukan bahwa rasa tersebut sangat mirip.

Penelitian lain menjelaskan mengapa orang sering merindukan untuk kembali bersama dengan kekasih lama. Foto otak pria dan wanita yang merindukan pasangan masa lalu menunjukkan bahwa patah hati memicu kondisi otak yang sama seperti saat kecanduan narkoba.

vivanews.com Kenapa Sakit Hati Lebih Sakit dari Sakit Gigi

Selasa, 29 Maret 2011

lagu cinta

lagu cinta


Ukur Kebahagiaan Cinta Lewat Kata

Posted: 29 Mar 2011 09:28 PM PDT

Ukur Kebahagiaan Cinta Lewat Kata. Setiap orang ingin memiliki hubungan percintaan yang langgeng sampai akhir hayat. Masalahnya, untuk menjaga hubungan tetap awet tidaklah mudah.

Ingin tahu seberapa besar rasa cinta pasangan pada Anda? Coba berikan tes psikologi padanya.

Menurut para peneliti, Anda dapat memprediksi bagaimana perasaan pasangan Anda dengan mengujinya menggunakan beberapa kata. Uniknya, hal ini lebih akurat dibandingkan menanyakan langsung kepada pasangan.

Pada sebuah penelitian, responden diperlihatkan kata-kata yang bersifat positif seperti ‘perdamaian’ dan ‘berbagi, serta ditunjukan pula kata-kata yang bersifat negatif seperti ‘bersedih’ dan ‘permusuhan’. Bersamaan dengan itu, para responden diminta untuk menggambarkan pasangan mereka.

Pada tes pertama, mereka diminta untuk menekan tombol setiap kali mereka melihat kata-kata positif dan kata-kata yang terkait dengan pasangan mereka. Pada tes kedua, mereka juga melakukan hal sama setiap kali mereka melihat kata-kata negatif dan kata-kata yang menggambarkan pasangan mereka.

Jika seseorang lebih mudah dan cepat menemukan kata-kata yang menyenangkan atau positif mengenai pasangannya, menurut para peneliti, mereka memiliki hubungan yang kuat dan langgeng. Tetapi jika terjadi sebaliknya, pasangan itu mengarah ke sebuah ‘hubungan yang rusak’ yang memiliki risiko berpisah cukup besar.

Sebanyak 222 orang terlibat dalam penelitian. Hanya 116 orang yang melakukan tes lanjutan. Dari responden yang terlibat, sebesar 16 persen atau 19 orang di antaranya mengalami perpisahan. Hasil tersebut sudah diprediksi sebelumnya oleh para peneliti.

“Hal yang mengejutkan dari penelitian kami adalah bahwa tes yang dilakukan bisa mengukur dengan baik dalam memprediksi apa yang terjadi pada hubungan mereka, dibandingkan dengan apa yang dikatakannya tentang hubungan mereka,” kata salah satu peneliti, Profesor Ronald Rogge, seperti dikutip dari laman Daily Mail.

“Seseorang yang menunjukkan perasaan negatif pada pasangan berisiko tujuh kali lebih mungkin untuk putus hubungan pada tahun berikutnya,” Rogge menambahkan.

vivanews.com Ukur Kebahagiaan Cinta Lewat Kata

Putus Cinta Sebabkan Sakit Fisik

Posted: 29 Mar 2011 09:23 PM PDT

Studi: Putus Cinta Sebabkan Sakit Fisik. Peneliti menemukan pengalaman putus cinta bisa memicu reaksi dari area otak yang terkait dengan rasa sakit fisik. Artinya putus cinta bukan saja menyakitkan secara emosional tapi juga secara fisik.

Cukup masuk akal jika seseorang merasa ada sesuatu yang benar-benar patah ketika patah hati. Edward Smith, peneliti dari Columbia University menyebutkan, pada masa evolusi manusia, penolakan dari sebuah grup bisa menyebabkan seseorang merasa rapuh.

“Mungkin itu sebabnya muncul hubungan antara penolakan dan rasa sakit, sehingga kita bisa menghindari penolakan,” ungkap Smith seperti dilansir Yahoo News, Selasa (29/3/2011).

Smith dan para koleganya menyebar flyer di Manhattan, memasang iklan online di Facebook dan Craiglist untuk mencari partisipan yang pernah mengalami putus cinta dalam kurun enam bulan terakhir. Mereka akhirnya menemukan 40 orang yang bersedia menjalani penelitian.

Seluruh partisipan kemudian menjalani pemindaian otak menggunakan functional resonance imaging (fMRI), di mana mereka bergantian melihat foto teman dan mantan kekasih. Ketika melihat foto itu, partisipan diminta mengingat pengalaman-pengalaman yang pernah mereka alami bersama orang-orang dalam foto itu.

Untuk membandingkan respon partisipan terhadap rasa sakit fisik, peneliti meletakkan alat yang bisa menghantarkan panas pada lengan mereka. Peneliti menemukan, bagian otak yang terhubung dengan rasa sakit fisik juga bereaksi ketika partisipan mengingat pengalaman putus cinta yang buruk.

“Penolakan memang menyakitkan, dalam arti sebenarnya,” cetus Smith menanggapi hasil studi tersebut.

Kini tim peneliti tengah mencari teknik-teknik yang bisa digunakan untuk mengurangi penderitaan emosional, termasuk metode yang telah digunakan oleh terapis. “Misalnya, nasihat agar kita mengingat pengalaman dengan mantan kekasih sebagai pihak ketiga yang melihat semuanya dari jauh,” lanjut Smith.

Lebih lanjut, Smith mengimbau untuk tidak mengkonsumsi aspirin ketika rasa sakit akibat putus cinta itu ‘menyerang’. “Satu jam kemudian anda bisa jadi akan kembali memikirkan orang itu lagi,” tuntasnya.

okezone.com Studi: Putus Cinta Sebabkan Sakit Fisik

8 Alasan Favorit Putus Cinta

Posted: 29 Mar 2011 09:22 PM PDT

8 Alasan Favorit Putus Cinta. KISAH cinta kadang kali datang penuh lika.liku dan dibumbui masalah. Tak peduli seberapa keras Anda berusaha, banyak faktor dapat mengakhiri suatu hubungan asmara.

Dalam sebuah polling terbaru terhadap 1.400 perempuan tentang penyebab putusnya hubungan asmara mereka, seperti dikutip situs cosmopolitan.com, ditemukan bahwa alasan utama perpisahan itu dikarenakan memudarnya perasaan cinta. Berikut ini adalah daftar lengkapnya:

1. Sudah tak saling cinta (39,7 persen)
2. Kekasih berselingkuh (36,6 persen)
3. Kekasih berbohong tentang sesuatu sehingga kehilangan kepercayaan (29,1 persen)
4. Kekasih tidak romantis lagi (21,1 persen)
5. Rindu melanjang dan berkencan sana.sini (21,1 persen)
6. Kekasih kurang ambisius tentang kariernya (20,6 persen)
7. Salah satu pihak pindah (20,2 persen)
8. Kekasih tidak akrab dengan teman dan keluarga (18,9 persen)

Hal menarik lainnya, dalam polling tersebut juga ditemukan bahwa suatu hubungan bisa berakhir ketika pihak lelaki ingin membawa hubungan itu ke tingkat selanjutnya, tapi tidak dengan pihak perempuan (12,7 persen) dan sebaliknya (9,1 persen).

Sementara itu, hanya sekitar satu persen perempuan yang disurvei mengatakan, hubungan itu bubar karena mereka memberikan ultimatum kepada kekasihnya untuk melamar mereka atau mengakhirinya.

mediaindonesia.com 8 Alasan Favorit Putus Cinta

Jumat, 25 Maret 2011

lagu cinta

lagu cinta


Tips Hindari Perang Mulut Dengan Pasangan

Posted: 25 Mar 2011 07:57 PM PDT

Tips Hindari Perang Mulut Dengan Pasangan. Pertengkaran termasuk bumbu cinta, namun jangan biarkan kebiasaan ini berlarut-larut. Cinta memang rumit untuk dipahami. Terkadang masalah sepele dapat menjadi sumber pertengkaran Anda dan pasangan. Agar pertengkaran tidak memaksa Anda mengakhiri hubungan dengan pasangan, berikut sembilan cara yang bisa Anda terapkan:

1. Posisikan diri Anda terlebih dahulu
Orang yang menghabiskan waktu memperbaiki diri mereka sendiri akan lebih bahagia dibandingkan mereka yang menempatkan kebutuhan pasangan mereka terlebih dahulu. “Ketika Anda mengembangkan keinginan Anda, Anda memiliki kelebihan untuk mengajarkan orang lain,” ujar Gary Lewandowski Jr., Ph.D., dari Universitas Monmouth, New Jersey.

Dengan berusaha memperbaiki diri sendiri, pasangan akan melihat usaha Anda dalam memperbaiki hubungan kalian. Pasangan juga bisa belajar lebih menghargai Anda dan melihat pada kesalahannya.

2. Tidurlah ketika marah
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas California menemukan bahwa orang seringkali menyelesaikan masalah selama mengalami Rapid Eye Movement (REM). “Ketika tidur, otak menyusun kenangan, menggabungkan kenangan lama dan ide-ide baru untuk mendatangkan solusi,” ujar penulis studi, Sara Mednick, Ph.D.

3. Hormati privasi hubungan Anda
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan Anda, apakah Anda curhat online? Jika Anda melakukan publikasi online pada Facebook, misalnya, maka orang lain yang membacanya pun akan ikut gelisah terhadap hubungan Anda, dan akan menanyakan hal tersebut kepada Anda. Hal tersebut justru membuat Anda tertekan. Pasangan pun akan merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.

4. Hindari teman yang memberikan pengaruh negatif
Penelitian yang dilakukan Universitas Brown menemukan kecenderungan perpisahan pada pasangan dipengaruhi oleh perpisahan yang dilakukan sahabat. Hubungan Anda juga dapat dipengaruhi perpisahan yang dilakukan oleh teman kerja Anda sebanyak 33%.

5. Pisahkan waktu bekerja dan santai
“Jika Anda selalu bekerja dan tidak ada pembagian antara kantor dan rumah, maka Anda kan menemukan tekanan dalam hubungan,” ujar Dr. Scott Haltzman, penulis ‘The Secrets of Happily Married Women’. Tetapkan batas waktu bekerja, lalu gunakan sisa waktu untuk bersantai bersama
sebelum tidur.

6. Pekerjakan pembantu rumah tangga
Tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan pernikahan, seorang istri pasti akan selalu disibukkan dengan kegiatan bersih-bersih dalam rumah. Sedangkan seorang suami biasanya hanya berperan sedikit dalam aktivitas tersebut. Jika kegiatan ini menjadi sumber masalah baru, sudah saat Anda memperkerjakan pembantu rumah tangga. Anda dan pasangan pun dapat menikmati waktu bersama dengan hal yang menyenangkan.

7. Menyusun rencana pengeluaran bersama
Pasangan berpisah bukan karena tidak memiliki uang, tapi karena mereka tidak sepakat dengan cara mengatur keuangan. “Diskusikan keuangan kalian setiap bulan adalah hal yang sangat penting,” ujar penasihat keuangan Manisha Thakor. Mengatur keuangan bersama akan membangun kesamaan pikiran Anda berdua untuk jangka panjang.

8. Seks singkat
Seks singkat mungkin tampak tidak romantis, tapi ledakan singkat gairah yang Anda dan pasangan rasakan akan membuat Anda berdua semakin terikat. Hal ini dikarenakan lepasnya hormon dopamin dan oksitoksin.

seputarkita.info Tips Hindari Perang Mulut Dengan Pasangan

Bagian Tubuh Paling Menyita Perhatian Pria

Posted: 25 Mar 2011 07:20 PM PDT

Bagian Tubuh Paling Menyita Perhatian Pria. Saat pertama kali bertemu seorang wanita, pria ternyata bukan memperhatikan wajah, tetapi payudaranya. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari New Zealand’s University of Wellington.

Peneliti menemukan sebanyak 47 persen pandangan pertama pria, langsung memperhatikan payudara. Lalu, bagian tubuh lainnya yang juga pertama kali jadi pusat perhatian adalah pinggang dan pinggul. Sementara, hanya kurang dari 20 persen pria yang melihat wajah wanita saat bertemu untuk pertama kalinya.

Menurut para peneliti, payudara bukan hanya menyita perhatian pria saat bertemu wanita pertama kali. Tetapi juga merupakan bagian tubuh yang paling lama dilihat dibanding bagian tubuh lainnya. Alasannya, jika dikaitkan dengan evolusi, wanita dengan payudara besar serta memiliki pinggang yang ramping, dipercaya memiliki tingkat hormon estrogen yang tinggi dan lebih subur. Terlepas dari itu ada alasan lain mengapa pria sangat suka memandang payudara wanita.

“Pria suka berlama-lama dan sering memandang payudara wanita kemungkinan karena bentuknya yang estetis, terlepas dari apapun ukurannya,” kata salah satu peneliti seperti dikutip dari Times of India.

Tim peneliti meminta pria para subjek penelitian, melihat enam foto wanita yang sama. Foto tersebut diubah secara digital untuk menambah atau mengurangi ukuran, pinggang, payudara dan pinggul. Peneliti kemudian mencatat area tubuh yang diperhatikan para pria untuk pertama kalinya, berapa kali mereka melihat dan seberapa lama, dengan menggunakan kamera serta cermin untuk mengukur gerakan mata pria.

“Delapan puluh persen dari pandangan pertama pria adalah dada dan bagian tengah perut. Tetapi pria secara lebih konsisten memandang payudara dibandingkan area tubuh lainnya,” ungkap peneliti.

Juga diketahui pria menatap lekukan tubuh wanita yang membentuk jam pasir untuk pertama kalinya selama sekitar 0,2 detik. Lalu, bagian tubuh wanita lainnya yang juga diperhatikan pria saat pertama kali bertemu adalah lengan, kaki bagian bawah dan kaki.

vivanews.com Bagian Tubuh Paling Menyita Perhatian Pria

Kamis, 24 Maret 2011

lagu cinta

lagu cinta


Cinta atau Nafsu

Posted: 24 Mar 2011 07:30 PM PDT

Cinta atau Nafsu. Banyak faktor yang membuat rasa cinta tumbuh. Seiring dengan perjalanan cinta, rasa cinta dan nafsu pun susah dibedakan. Jadi bagaimana Anda tahu apakah itu cinta atau nafsu

Seorang Antropolog dari Rutgers University, Professor Helen Fisher, menjelaskan cinta dan nafsu itu berbeda. Nafsu dapat muncul seiring perjalanan cinta seperti dikutip dari howstuffworks, Kamis (24/3).

Fisher mengatakan, antara cinta dan nafsu ada komponen emosional dan fisiologis yang berbeda. Romantisme dan perasaan cinta seseorang mendorong dopamin dan kadar serotonin, yang menyebabkan perasaan gembira dan hilangnya nafsu makan. “Ketika kita sampai ke titik perasaan tersebut dan makin panjangnya jangka percintaan, tubuh kita menghasilkan lebih banyak oxytocin (dikenal sebagai “hormon cinta”).

“Sementara gairah seks dan nafsu untuk seks dapat datang selama proses percintaan yang dihasilkan oleh kadar testosteron yang meningkat, baik pada pria maupun wanita. Semakin tingginya kadar testosteron menginspirasi perasaan yang terfokus pada perhatian dan gairah seksual,” jelasnya.

Umumnya, lanjut Fisher, perasaan cinta itu muncul dari daya tarik seseorang. Kaum pria cenderung jatuh cinta dengan wanita dari wajahnya yang cantik. Sementara kaum wanita lebih tertarik dengan pria yang berdompet tebal.

“Kita cenderung memilih pasangan yang memiliki daya tarik dengan tingkat yang sama. Dari sudut pandang evolusi, ini masuk akal karena pria ingin memperbaiki keturunan mereka sementara wanita mencari pria yang dapat membantu mereka untuk menyokong kebutuhan anak-anak mereka,” ujarnya.

Lalu apakah usia mempengaruhi keinginan untuk seks “Laki-laki muda memiliki testosteron 10 kali lebih pada awal 20-an, dan ini adalah puncak dorongan seks mereka. Di sisi lain, dorongan seksual untuk wanita saat berusia akhir 20-an dan awal 30-an,” ujarnya.

Menurut Fisher, semakin menurunnya tingkat testosteron pada pria cenderung membuat mereka lebih mengasihani. Sebaliknya, dengan menurunnya tingkat estrogen pada wanita seiring dengan usia, mereka akan menjadi lebih tegas. “Ini ada hubungannya dengan kenyataan bahwa proporsi testosteron dalam sistem wanita memainkan peran yang lebih besar layaknya estrogen,” katanya.

liputan6.com cinta atau nafsu

Perempuan Lebih Banyak Sesali Percintaan Dibandingkan Pria

Posted: 23 Mar 2011 11:00 PM PDT

Perempuan Lebih Banyak Sesali Percintaan Dibandingkan Pria. Perempuan dua kali lebih banyak dibandingkan pria terkait penyesalan tentang kehidupan romantis mereka, menurut sebuah laporan penelitian.

Terkait pengakuan penyesalan – khususnya di kalangan perempuan – masalah percintaan adalah sumber yang paling umum dari kecemasan, menurut temuan terakhir penelitian itu.

Dan dalam bidang hubungan romantis, semua orang tampaknya telah membuat keputusan yang mereka sesali, menurut Neal Roese, profesor pemasaran di Northwestern University’s Kellogg School of Business di Illinois.

370 orang dewasa di seluruh Amerika Serikat – mulai usia 20-80 – ditanyai dalam survei telepon terkait daftar penyesalan terbesar mereka, dan isu yang paling sering disebutkan adalah hubungannya dengan cinta, kata Profesor Roese.

Sekitar 44 persen dari perempuan yang diwawancarai menyebut soal percintaan, sementara hanya 19 persen laki-laki yang menyebutkan hal itu, katanya.

Banyak penyesalan percintaan itu adalah tentang “seseorang yang telah pergi, peluang yang luput atau seseorang yang Anda kenal di perguruan tinggi tapi gagal,” kata Prof Roese.

Penyesalan yang paling umum kedua berpusat di sekitar isu-isu keluarga, seperti keinginan berbuat ramah untuk orang yang dicintai.

Penyesalan lain soal tidak kuliah atau tidak bercerai dengan cepat, atau memilih uang dibandingkan lainnya.

Prof Roese mengatakan banyak dari mereka yang ikut dalam survei ini sangat ingin untuk melakukan hal itu, dan beberapa bahkan menangis saat bercerita.

Tapi menyesali sesuatu bukanlah hal yang buruk. “Penyesalan adalah sesuatu yang dapat mendorong orang menjadi sukses dan lebih baik di masa depan,” kata Prof Roese.

“Ini motivator. Menguntungkan jika Anda mengambil pelajaran dan bergerak dengan cepat. Menjadi masalah jika Anda terus menyesalinya berulang-ulang.”

Studi ini akan diterbitkan dalam edisi mendatang Social Psychological and Personality Science.

tempointeraktif.com Perempuan Lebih Banyak Sesali Percintaan Dibandingkan Pria

10 ‘Pembunuh’ Rasa Cinta

Posted: 23 Mar 2011 10:59 PM PDT

Stres kerja dan tak lagi menjaga penampilan merupakan dua dari beberapa hal yang bisa melunturkan rasa cinta di antara pasangan masa kini. Demikian halnya seperti yang diungkap dari survey terbaru.

Survey yang dilakukan rumah produksi, Warner Brothers untuk promosikan film terbaru ‘Hall Pass’, menemukan bahwa pada usia pacaran atau perkawinan tertentu, umumnya pasangan dapat merasakan kebosanan. Dulu, banyak pasangan mengalami kebosanan pada usia hubungan menginjak 7 tahun. Tapi, kini rasa bosan bisa muncul lebih cepat, yaitu ketika hubungan memasuki usia 3 tahun.

Sekitar 2000 orang dewasa asal Inggris, yang sedang menjalani hubungan asmara jangka pendek atau jangka panjang berpartisipasi dalam survey ini.

Hasilnya, 67 persen dari responden mengungkapkan bahwa kebiasaan tertentu pasangan bisa menjadi penyebab rasa cinta lebih cepat pudar. Misalnya, makin lama usia hubungan, umumnya makin jarang memuji atau menerima pujian dari pasangan. Terbukti, 3 dari 10 responden yang telah berhubungan selama 5 tahun atau lebih, mengaku tidak pernah lagi mendapat pujian.

Hasil survey juga menunjukkan, tidak ada laginya waktu untuk diri sediri juga bisa menjadi ‘biang keladi’ melunturnya rasa cinta. Tiga perempat dari responden menyatakan, memiliki waktu untuk diri sendiri itu sangat penting dalam hubungan.

Sepertiga dari responden mengakui bahwa mereka perlu menghabiskan waktu sendiri atau bersama teman-teman setidaknyanya dua hari dalam sebulan. Tujuannya agar mereka tidak cepat jenuh dalam hubungan.

Lantas, apa saja yang dapat melunturkan rasa cinta seseorang? Sesuai hasil survey, berikut 10 hal yang bisa memudarkan kemesraan, seperti dikutip dari laman Shine:

1. Kenaikan berat badan, sebanyak 13 persen
2. Beda pendapat soal mengelola keuangan, sebanyak 11 persen
3. Jam kerja yang tinggi sehingga tidak punya kehidupan sosial, sebanyak 10 persen
4. Kebiasaan jorok, sebanyak 9 persen
5. Masalah keluarga besar, sebanyak 9 persen
6. Kurang bermesraan (bercinta, perhatian, dll), sebanyak 8 persen
7. Masalah kecanduan alkohol, 7 persen
8. Gangguan tidur, seperti mendengkur, sebanyak 6 persen
9. Tak menjaga penampilan, sebanyak 4 persen
10. Kebiasaan buruk di kamar mandi (meletakkan handuk sembarangan) sebanyak 4 persen.

Rabu, 23 Maret 2011

lagu cinta

lagu cinta


Cinta Buta Dua Remaja Berakhir di Kantor Polisi

Posted: 23 Mar 2011 06:41 AM PDT

Cinta Buta Dua Remaja Berakhir di Kantor Polisi. Tiga bulan, dua sejoli ini mengarungi gairah cinta di Bali, tanpa ijin orang tua. Pulang dari Pulau Dewata, sang perempuan hamil. Kisah cinta ini berujung ke kantor polisi.

Seorang siswa SMA di Kecamatan Balung berinisial Hd,18 menjalin cinta dengan seorang gadis yang masih adik kelasnya, Uk (17). Cinta mereka buta. Pada Desember 2010, mereka berdua kabur ke Bali dan baru balik Februari.
“Hd membawa pergi Uk ke Bali karena hubungan mereka tak direstui orang tua Uk,” kata Kepala Unit Reserse dan Kriminalitas Kepolisian Sektor Balung Jember Jawa Timur, Ajun Inspektur Satu Wahyudi, Rabu(23/3).

Celakanya, sepulang dari Bali, Hd dan Uk malah minta dinikahkan secara resmi. Usut punya usut, Uk sudah berbadan dua. Orang tua Uk tidak terima, dan melaporkan Hd ke kepolisian. Polisi pun menangkap Hd, karena Uk masih di bawah umur.”Kasus ini akan segera dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Jember,” kata Wahyudi.

poskota.co.id Cinta Buta Dua Remaja Berakhir di Kantor Polisi

Sinyal si Dia Siap Nikahi Anda

Posted: 23 Mar 2011 06:35 AM PDT

Sinyal si Dia Siap Nikahi Anda. KENDATI telah berpacaran cukup lama, Anda masih ragu apakah dia akan menikahi Anda suatu hari? Pasalnya untuk memploklamirkan cinta, dia menolak saat Anda memintanya mengenakan kaus bergambar sama, atau menolak untuk berfoto mesra di sebuah acara.

Ladies, saat seorang pria siap menikahi Anda, dia tidak butuh hal-hal manis, yang dia butuhkan adalah sebuah komitmen. Berikut ini empat sinyal dia siap menikahi Anda, seperti yang dilansir Sheknows.
Dia ingin bertemu orangtua Anda

Saat kekasih tidak panik ketika Anda mengajaknya bertemu orangtua, atau lebih baik lagi justru mengajukan sendiri pertemuan itu –kemungkinannya dia telah siap berkomitmen.

Dia mengajak Anda berbicara tentang masa depan

Saat dia berbicara tentang masa depan yang melibatkan Anda di dalamnya, kemungkinannya adalah dia ingin jalinan cinta ini berlangsung lama. Itu karena dia merasa cukup nyaman dan bahagia untuk melanjutkan hubungan ini di masa depan.

Dia memprioritaskan kebutuhan Anda

Bahkan pria teregois dapat menaruh kebutuhan kekasihnya lebih dulu ketika dia merasa telah menemukan orang yang tepat.

Pikiran dia tidak melulu tentang seks

Pria yang belum siap menikah umumnya merasa bosan maupun move on ketika perasaan ‘berbunga-bunga’ telah lenyap. Berbeda dengan pria yang tetap nyaman menikmati hari-harinya bersama Anda dengan tidak memikirkan keintiman di atas ranjang.

okezone.com Sinyal si Dia Siap Nikahi Anda

Makin Manis di Usia 17

Posted: 23 Mar 2011 06:33 AM PDT

Makin Manis di Usia 17 . Jika seseorang merayakan ulang tahunnya yang ke-17, sering dianggap menjadi momen ketika dia mulai labil dan mencari jati diri.

Bagi grup band Gigi, saat ini di umur mereka menginjak 17 tahun adalah momen mereka semakin merasa sudah stabil dan kian erat. Perasaan itu diungkap sang basis,Thomas.Menurut dia,kekompakan di antara Armand, Budjana,dan Hendy yang telah mengawinkan keempat lakilaki ini menjadi hal terindah yang dialami dalam hidup mereka. ”Di ulang tahun ini,saya ngerasa kami semakin kompak. Hubungan pun terasa makin erat. Dan, itu adalah hal terindah yang kami semua rasakan,” ujar Thomas dalam konferensi pers peluncuran album terbaru Gigi bertajuk ”Sweet 17” di Barcode,Kemang, Jakarta Selatan, kemarin.

Thomas yang sempat vakum dari Gigi karena keterlibatannya dengan dunia narkoba beberapa tahun silam, tampaknya menjadi personel yang paling merasakan hubungan yang sangat intim dengan personel lain.Bayangkan saja, meski dia pernah terjerat masalah narkoba,Armand dan Budjana masih bisa memberikan kesempatan kepada Thomas untuk kembali bersama mereka. Usia 17 tahun memang bukan menjadi usia yang muda untuk sebuah band di Indonesia. Berganti-ganti personel sudah dirasakan oleh grup band asal Bandung ini.Budjana,yang merupakan personel awal bersamaArmand, mengakui dalam menjalankan hubungan dengan personel Gigi saat ini ataupun dengan yang beberapa personel yang sudah hengkang, riak-riak kecil pun sering terjadi dalam hubungan mereka.

”Kami itu sering ribut, tapi kalau untuk bubar atau membubarkan Gigi, itu enggak pernah keucap,”aku Budjana. Dari sekian banyak personel yang pernah berada di posisi Thomas ataupun Hendy saat ini,menurut Budjana, Gigi sudah pernah merasakan ombak yang paling besar yang mungkin pernah dirasanya menghantam band mereka. ”Kami pernah merasakan situasi yang berat banget. Itu kejadiannya ketika tahun 1996, Ronald meninggalkan kami,” sebutnya. ”Tapi setelah momen itu, kami merasa sudah tidak terlalu berat karena momen itu juga menjadi pelajaran bagi kami,” imbuh Budjana.

Kian mesra di usianya yang ke-17 juga tidak melulu diungkapkan Gigi dengan lagu-lagu cinta. Dari sepuluh lagu yang ada di album ”Sweet 17” ini, Gigi juga memberikan bukti cinta mereka terhadap alam, seperti dalam lagu Distorsi Manusia yang bicara tentang manusia, hingga persembahan untuk para ”penjaga” negara ini dalam lagu Garuda Fights Back.

seputraindonesia.com Makin Manis di Usia 17

Incoming search terms:

Mengapa Harus Malu Menangis?

Posted: 23 Mar 2011 06:22 AM PDT

Mengapa Harus Malu Menangis?. Sudah bukan waktunya lagi melihat tangisan sebagai sesuatu hal yang memalukan, atau bahkan menandakan kelemahan. Menangis di depan publik bahkan sudah menjadi fenomena yang umum. Tak sedikit orang yang mulai bisa menerima ekspresi emosi melalui tangisan, meski masih ada orang yang sulit menerima atau menangis di depan orang lain. Peristiwa meninggalnya Putri Diana menunjukkan bagaimana tangisan menjadi fenomena yang diperlihatkan di depan publik.

Susie Orbach, pakar kejiwaan, mengatakan banyak orang yang masih merasa sungkan atau janggal jika harus menangis di depan orang lain. Bahkan, tak sedikit kliennya yang meminta maaf saat mereka menangis karena merasa membebani atau mempermalukan orang lain yang melihatnya menangis.

“Menangis karena masalah yang mendalam dari diri seseorang boleh jadi dianggap alami dan wajar, namun bukan berarti semua orang bisa menganggap tangisan sebagai sesuatu yang normal, bahkan tak mudah bagi seseorang untuk menangis,” jelasnya.

Laki-laki lebih sulit menangis dibandingkan perempuan, kata Orbach. Kondisi ini dipengaruhi pengalaman pada masa perang. Laki-laki dituntut kuat, dan tangisan adalah sesuatu yang tabu. Laki-laki hanya bisa atau boleh menangis di tempat khusus, saat terharu menyaksikan anaknya yang baru lahir, saat pemakaman orangtua, atau saat kehilangan istri. Inilah yang menyebabkan mengapa perempuan lebih mudah menangis. Perempuan bebas mengekspresikan emosinya melalui tangisan saat pernikahan, pemakaman, melihat kesuksesan anak, bahkan saat menonton film yang mengharukan.

Pengalaman berbeda perempuan dan laki-laki inilah yang kemudian juga mengaitkan tangisan dengan kelemahan. Banyak perempuan yang mengatakan, bahwa ia harus menahan emosi dan tangisan di depan atasan karena tak ingin dinilai lemah. Padahal frustrasi karena pekerjaan kadangkala membuat seseorang ingin menangis. Namun saat menangis untuk melepaskan emosinya, seseorang merasa telah melakukan suatu kesalahan besar, karena baginya itu adalah pertanda kelemahan.

Menangis melepaskan pergulatan emosi
Menurut Orbach, menangis tak harus dikaitkan dengan kesedihan. Menangis melibatkan berbagai perasaan, sedih, penyesalan, rasa memiliki, atau bahkan kemarahan.

Saat orang terdekat kita meninggal, perasaan yang muncul bukan hanya kesedihan, namun juga ketakutan, bahkan kemarahan. Menangis karena kehilangan seseorang muncul akibat percampuran berbagai perasaan tersebut.

Begitupun saat menangis karena terharu menyaksikan kisah film romantis atau kebahagiaan dalam pernikahan. Bahagia bukan hanya kata kunci yang menimbulkan emosi bagi seseorang. Menangis karena bahagia juga dipengaruhi berbagai perasaan seperti empati atas perasaan cinta, perjalanan cinta seseorang, atau rasa memiliki yang menimbulkan emosi.

“Menangis itu mencampuradukkan semua perasaan dan melepas semua perasaan itu melalui air mata. Usai menangis, seseorang akan merasa lebih baik karena telah mengekspresikan emosi yang kompleks,” jelas Orbach.

Karenanya, kata Orbach, terapis kerapkali dikenal sebagai pakar yang membuat orang menangis dengan mudahnya. Terapis memang bertugas untuk membuang anggapan bahwa menangis adalah hal tabu. Tak mudah menjalani peran ini, kata Orbach, karena tak semua orang bisa menerima tangisan sebagai bentuk pelepasan emosi yang baik untuk dirinya.

Padahal, seseorang bisa bertumbuh jika mereka bisa menerima perasaan yang muncul dalam dirinya. Menangis jangan lagi dianggap sebagai sesuatu yang negatif dan tak perlu dihindari. “Semakin dihindari, maka masalah besar akan terus bermunculan,” kata Orbach.

Ia menambahkan, menangis takkan menghancurkan jati diri seseorang namun justru membuat seseorang lebih nyata karena ia menjadi manusia yang memiliki emosi positif dalam dirinya.

kompas.com Mengapa Harus Malu Menangis?

Incoming search terms:

Sukses Jaga Keseimbangan Cinta & Rutinitas Kerja

Posted: 23 Mar 2011 06:19 AM PDT

Sukses Jaga Keseimbangan Cinta & Rutinitas Kerja. DERAAN rutinitas yang membabi buta setiap harinya tak ditampik mengikis cinta yang ada antara Anda dan dia. Namun dengan sedikit pemeliharaan, cinta Anda berdua pun tetap kukuh bertahan.

Ketika Anda berdua sama-sama sibuk dan terlalu banyak bekerja sepanjang hari bisa jadi cinta Anda perlahan pupus jika tak diberikan stimulasi. Untuk menghindari hilangnya kekuatan cinta yang telah Anda bangun, berikut beberapa strategi sederhana untuk membuat cinta dan pekerjaan berjalan beriringan. Sheknows memberi panduannya.

Aturan berkomunikasi 15 menit menjelang tidur

Setiap malam, buatlah sebuah zona untuk menghentikan semua aktivitas yang biasanya Anda lakukan (misalnya memeriksa e-mail, texting rekan kerja, mencuci piring, dan sebagainya). Sebagai gantinya, lakukan pembicaraan satu sama lain selama 15 menit. Dengan sesi ini, paling tidak Anda dapat mengetahui bagaimana pasangan dan suasana hatinya hari ini. Cobalah untuk tidak menggunakan waktu ini untuk saling mengeluh tentang hubungan. Sebaliknya, buatlah momen ini untuk merekatkan keintiman di tengah kesibukan yang Anda berdua jalani.

Jadwalkan makan malam bersama

Sesibuk apapun rutinitas Anda, sebaiknya selalu luangkan waktu untuk melakukan kencan malam. Bicaralah dengan pasangan tentang beban kerja dan pilihlah hari yang terbaik untuk Anda berdua melakukannya. Masukkan agenda tersebut dalam kalender Anda, sehingga Anda dapat dengan mudah mengingatnya. Agar menarik, lakukan sesuatu yang berbeda dalam kencan tersebut, misalnya jangan pergi ke restoran yang sama setiap kali Anda makan malam. Ini akan membuat Anda merasa istimewa dan memberikan alasan lebih untuk membuat kencan malam sebagai sebuah rutinitas.

Manfaatkan teknologi

Jika Anda belum memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengannya melalui pertemuan, manfaatkanlah teknologi yang ada, misalnya dengan e-mail, SMS, telepon, chating dan sebagainya untuk memelihara komunikasi Anda berdua. Tapi ingat, jangan terlalu bergantung pada teknologi untuk urusan komunikasi dengan pasangan karena ini akan mengurangi keistimewaan pada hubungan yang Anda jalani.

okezone.com Sukses Jaga Keseimbangan Cinta & Rutinitas Kerja

3 Indikator Hubungan di Jalur Aman

Posted: 23 Mar 2011 06:17 AM PDT

3 Indikator Hubungan di Jalur Aman. MASIH ragu dengan arah hubungan Anda dan sudahkah hubungan tersebut berada di rel yang benar? Jangan dulu bingung. Tiga tanda berikut membimbing Anda mendapatkan keyakinan tentang hubungan yang sedang dijalani.
Jika Anda sedang melewati tahap hubungan cinta yang masih baru, mungkin sangatlah wajar ketika Anda masih meragukan kekuatan penuh dari komitmen dari cinta Anda. Kegundahan pun mungkin masih menyelinap dalam batin apakah cinta yang Anda bangun ini akan berdaya tahan lama.

Nah, jika tak memiliki indikator yang tepat, Anda dapat mengukurnya dari tanda berikut ini, seperti ditulis Sheknows.

Anda dapat menjadi diri sendiri

Hal ini adalah indikator keberhasilan terbesar dalam sebuah hubungan. Ketika Anda merasa cukup nyaman untuk menampilkan semua sisi kepribadian Anda, baik yang sifatnya positif dan negatif maka hubungan dipastikan dalam rel yang aman. Dalam titik ini, Anda pun tak lagi mengkhawatirkan ketika dia melihat Anda dalam sisi yang kurang positif sekalipun. Bisa jadi itulah sesungguhnya cinta.

Anda memercayainya

Kepercayaan adalah modal utama dalam sebuah bangunan hubungan yang sedang dibina. Jika Anda memberikan kepercayaan pada seseorang dan otak Anda tak selalu bertanya-tanya, apakah dia menceritakan seluruh kebenaran mungkin memang dialah pangeran yang Anda cari. Kepercayaan tak sekadar penunjang kelancaran dari sebuah hubungan, tapi juga pupuk untuk membawa hubungan ke tingkat yang lebih tinggi.

Anda dapat menikmati kesenangan

Jika Anda merasa seperti menikmati diri Anda dalam setiap waktu yang Anda lalui bersamanya, mungkin ini adalah salah satu pertanda positif. Meski demikian, Anda mungkin perlu mengevaluasi kembali situasi tersebut untuk memastikan tentang kenyamanan yang Anda rasakan. Di sisi lain, jika Anda tidak bisa menikmati diri Anda sendiri ketika Anda dan dia sedang melakukan sesuatu (baik itu berbelanja, memasak atau menonton film) mungkin kesuksesan cinta belum tergapai. Melewatkan kegiatan dengan rasa senang bersama seorang pria di awal hubungan adalah sebuah kemajuan bagi sebuah ikatan cinta, serta sebuah pertanda bahwa pria tersebut sosok yang sesuai dengan Anda.

okezone.com 3 Indikator Hubungan di Jalur Aman

Ketika Kata Maaf Tak Lagi Cukup

Posted: 23 Mar 2011 06:13 AM PDT

Ketika Kata Maaf Tak Lagi Cukup. Hidup seringkali merupakan rangkaian kehidupan. Tanpa dapat diprediksi sebelumnya, kebanyakan orang menemukan diri mereka bergerak dari satu momen ke momen lain – dan setiap momen itu dihubungkan oleh momen dadakan yang pada akhirnya melemparkan Anda ke masa depan. Hal ini mungkin tidak lebih benar daripada masa setahun pacaran kami. Hubungan kami begitu dipenuhi dengan harapan dan sikap optimis dan tidak begitu yakin masa depan seperti apa yang akan kami hadapi, sebagian besar orang merupakan pencari. Apa yang mereka cari adalah seseorang yang spesial – yang akan membantu mereka menentukan masa depan dan menunjukkan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan secara tepat. Masalah yang seringkali dihadapi adalah, kita bertemu dengan orang yang tepat di waktu yang salah dalam hidup kita. Mereka dapat mengasihi kita, kita dapat mengasihi mereka sebagai balasannya – namun pada akhirnya kita membuat keputusan atau melakukan tindakan yang menurut kita tepat pada waktu itu. Lalu suatu hari, kita menemukan diri kita merasa bersalah dan menyesali serta menyadari bahwa terkadang, kata maaf saja tidak cukup untuk menyembuhkan rasa sakit yang telah kita lakukan pada orang lain.

Cerita berikut merupakan sebuah kisah yang umum. Seorang pemuda pemudi bertemu. Mereka jatuh ke dalam luapan emosi yang mereka pikir itu adalah cinta dan akhirnya baik sang pemuda maupun pemudi ingin membawanya ke tingkat yang lebih serius. Mereka mulai membicarakan pernikahan, rumah dan anak-anak. Tiba-tiba, tabel cinta menjadi sangat tidak seimbang dan orang yang lebih dicintai – memiliki keunggulan rahasia atas orang lain. Dan mereka tahu hal yang menurut mereka sangat penting ini ada di sana sedang menanti dirinya untuk mengambil langkah lebih lanjut, untuk bertumbuh hanya dengan mengusahakan segala sesuatunya berjalan dengan baik atau melakukan hal yang benar. Namun, orang ini ragu, ia merasakan potensi lebih yang dimilikinya – dan berjalan dengan itu.

Meskipun mereka tahu bahwa mereka menempatkan hidup orang lain di atas seutas tali, namun mereka senang bahwa ada orang lain yang sedang menunggu mereka. Perasaan nyaman itu begitu menguasai dan sangat adiktif. Yang paling penting, mereka sangat sadar bahwa mereka dicintai; mereka menempatkan cinta dalam penantian – bahkan jika hal itu harus melalui serangkaian hal yang tidak enak dan menyakitkan. Daripada mengucapkan selamat tinggal – mengakhiri hubungan yang mereka jalani, mereka berperilaku dengan cara yang menyakitkan, kasar, dengki dan egois. Mereka berharap entah bagaimana tindakan mereka akan menjelaskan alasannya suatu hari nanti, namun mereka umumnya mengetahui ada seseorang yang selalu menunggu ketika segala sesuau di dalam kehidupan membuat mereka down.

Sementara mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, mereka menikmati perjalanan kekuatan yang dicintai oleh seseorang begitu dalam sehingga rela untuk menunggu. Dan dalam perjalanan ketidakdewasaan ini, mereka berakhir dengan menyakiti orang lain secara menyedihkan. Sayangnya, bahkan ketika hari yang menentukan dan tak terbantahkan itu datang dan pihak yang menunggu telah sampai pada titik akhir kesabaran dan memilih untuk pergi, untuk kebaikan pada kali ini – pihak yang egois ini tidak pernah menyadari tingkat kerusakan yang telah mereka sebabkan. Seringkali, tidak sampai bertahun-tahun kemudian – saat mereka melihat kesalahan yang telah mereka lakukan, pemikiran itu terus mengganggu dan menghantui mereka. Di saat itu, mereka mungkin telah menikah dan memiliki anak dengan orang lain. Mereka mungkin menghidupi kehidupan yang sama yang mereka perjuangkan untuk mereka hindari di masa lalu. Namun, mereka mulai berpikir tentang pasangan mereka di masa lalu dan merasa buruk tentang bagaimana ia memperlakukannya di masa lalu, dan bertanya-tanya akan seperti apakah kehidupan mereka saat ini jika mereka memilih untuk melakukan beberapa hal secara berbeda.

Kenyataan yang menyedihkan adalah kebanyalan orang telah menjadi pihak yang lebih mencintai – atau mereka yang lebih dicintai dalam suatu hubungan – setidaknya sekali dalam hidup kita. Tindakan kita selama waktu itu terkadang menjadi beban dan ada satu titik dalam kehidupan dimana Anda ingin mengatakan Anda menyesal atas apa yang telah terjadi. Kemungkinan yang ada adalah saat itu telah sedikit terlambat.

Jika Anda memikirkan hidup Anda kembali, Anda akan menyadari selama tahun-tahun penuh kegilaan akan kehidupan yang impulsif dan penuh keraguan, ada orang-orang berharga yang melintasi hidup Anda. Mereka membantu untuk membuat tahun-tahun ini begitu menyenangkan dan secara diam-diam memainkan peranan besar akan siapa diri Anda hari ini. Sebut saja sebagai ketidakdewasaan atau ketidakmengertian Anda, kenyataannya kebanyakan dari kita begitu sibuk hidup di masa itu – momen demi momen – sehingga kita jarang menyadari minggu yang berlalu. Jadi saat cinta masuk ke dalam kehidupan kita, walaupun mungkin Anda menyadarinya, namun Anda tidak dapat menerimanya dengan cara yang seharusnya. Hal itu bahkan terjadi pada orang baik sekalipun dan Anda perlu meminta maaf. Namun pada saat Anda ingin meminta maaf, orang ini telah memotong ikatan yang ada di antara kalian karena harus menangani kerusakan emosional yang terjadi dan ia melakukan hal ini tidak lebih sebagai upaya untuk menenangkan diri.

Jadi, bagaimana Anda dapat memperbaiki apa yang telah Anda lakukan – terutama jika melibatkan hati seseorang? Apalagi jika ia adalah seorang yang benar-benar mengasihi Anda? Bahkan jika itu sepertinya telah terjadi di masa lalu! Bagaimana jika sekedar permintaan maaf saja tidaklah cukup?

Dalam beberapa hal, mungkin cukup untuk orang tersebut sekedar tahu bahwa Anda menderita. Mungkin Anda telah menyebabkan rasa sakit hati dalam kehidupan mereka begitu parah sehingga pada titik ini, mereka tidak akan benar-benar peduli jika Anda ditabrak bis. Namun, mengetahui bahwa orang yang telah menyakiti mereka merasa buruk dan bahkan mungkin menyesal, bisa jadi akan sedikit menenangkan kemenangan mereka. Haruskah Anda memburu mereka, mencari mereka di internet – hanya agar Anda dapat memberikan kepuasan akhir kepada mereka? Jawabannya tergantung pada tentang apa permintaan maaf Anda sebenarnya.

Seringkali, hal buruk mengenai permintaan maaf adalah sebagian besar bukan tentang orang yang Anda sakiti. Kebanyakan permintaan maaf berakar dari keegoisan dan rasa bersalah dan hanya diucapkan dalam upaya melepaskan perasaan Anda. Jadi, dalam meminta maaf, Anda sesungguhnya hanya melanjutkan jenis yang sama dari perilaku mementingkan diri sendiri yang membuat Anda memulai segala kekacauan ini. Namun, jika permintaan maaf datang dari kejujuran dengan menyadari rasa sakit yang Anda timbulkan pada orang lain – dan itu berarti ingin memulihkan hatinya daripada perasaan Anda sendiri, Anda mungkin ingin setidaknya untuk mencoba.

Sangat penting juga untuk mempertimbangkan bahwa hanya karena Anda merasa perlu untuk mengatakan Anda menyesal, bukan berarti orang lain akan menerimanya dengan mudah. Dalam hidup, melukai hati seseorang yang mencintai Anda sampai ia merasakan rasa sakit yang amat sangat adalah suatu pelanggaran yang tak dapat dimaafkan. Apakah Anda siap untuk tidak dimaafkan? Sebelum Anda mengirim email atau menelepon, Anda juga harus bertanya-tanya jika Anda muncul dan membangkitkan kembali rasa sakit dalam kehidupan seseorang bukan merupakan suatu jenis usaha sama sekali. Menulis surat atau mengirim email dan mengekspresikan perasaan Anda kepada seseorang yang telah Anda sakiti dapat membangkitkan perasaan yang orang tersebut sebenarnya tidak ingin berurusan dengan hal itu lagi. Dalam hal ini, tentu saja hal itu menjadi tidak adil bagi orang yang Anda sakiti.

Kenyataannya adalah perkataan maaf seringkali tidaklah cukup. Dan tidak ada hal lain yang dapat Anda lakukan untuk membatalkan hal itu atau melakukan hal-hal yang dapat membuatnya menjadi lebih baik. Sebaliknya, Anda harus belajar untuk hidup dengan tindakan dan keputusan yang telah dipikirkan terlebih dahulu. Dunia terus berputar dan orang ini yang pernah ada di dalam pikiran Anda bertahun-tahun yang lalu – saat ini terus berputar di dalam pikiran Anda. Mungkin alam semesta sedang mencoba memberitahu Anda sesuatu ketika lagu tertentu sedang diputar di radio dan menghidupkan kembali masa lalu Anda. Anda pun harus memutuskan apakah menghadapi hukuman Anda adalah sesuatu yang dapat Anda atasi atau Anda harus menbersihkan diri dengan membuka dan membuang luka lama yang akan mendatangkan kebaikan. Intinya adalah ada beberapa tindakan yang harus Anda ambil dalam hidup ini, namun yang terlebih penting adalah bagaimana Anda menyadari bahwa setiap tindakan dan keputusan Anda dapat memberi dampak yang besar bagi kehidupan orang lain. Oleh karena itu, hiduplah dengan bijaksana.
Source : professorshouse.com

jawaban.com Ketika Kata Maaf Tak Lagi Cukup

Incoming search terms:

Sabtu, 19 Maret 2011

lagu cinta

lagu cinta


Rasa Kesepian Memicu Obsesi pada Benda

Posted: 19 Mar 2011 01:25 AM PDT

Rasa Kesepian Memicu Obsesi pada Benda. Gaya hidup materialisme yang membuat seseorang terobsesi pada benda-benda bisa jadi merupakan cara untuk melupakan kesepian dalam hidup. Kecintaan pada barang materi ini juga diduga dipicu oleh kurangnya cinta dan penerimaan dari lingkungan sekitar.

Kaitan antara materialisme dan kenyamanan hidup memang bukan isu baru, tetapi tim peneliti dari Universitas New Hampshire dan Universitas Yale berusaha untuk memberikan pemahaman lebih konkret bagaimana seseorang mengukur nilai uang dari benda-benda milik mereka dalam kaitan dengan perasaan dicintai.

Tim peneliti lalu meminta 185 orang berusia rata-rata 35 tahun menjawab pertanyaan. Pertama, separuh responden diminta mengingat kembali kapan merasa sangat didukung dan diperhatikan orang lain dan separuh lainnya diminta memikirkan pengalaman menyenangkan, seperti makan di restoran paling enak.

Kemudian kedua kelompok diminta menaksir harga selimut yang ada di depan mereka. Kelompok yang mengingat pengalaman makan di restoran menilai harga selimut itu lebih mahal dibanding kelompok yang mengingat pengalaman dicintai.

Edward Lemay, peneliti, mengatakan orang menilai tinggi sebuah benda materi karena hal itu memberikan sensasi keamanan, perlindungan dan kenyamanan. “Sementara itu orang yang sudah merasa dicintai oleh lingkungannya dan diterima apa adanya dimana hal itu juga menyediakan rasa perlindungan, keamanan dan kenyamanan, nilai mereka pada benda materi berkurang,” katanya.

Dengan kata lain, orang-orang yang hidupnya sudah merasa “penuh” karena cinta, biasanya tidak terobsesi lagi pada benda-benda materi.

kompas.com Rasa Kesepian Memicu Obsesi pada Benda.

Burung Cinta

Posted: 19 Mar 2011 01:24 AM PDT

Burung Cinta. Burung paruh bengkok dari genus Agapornis ini dinamai lovebird karena memperlihatkan perasaan penuh kasih dan saling menjaga pasangannya. Hewan tersebut juga menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan anggota kelompoknya.

Tak hanya menyayangi sesama kawanannya, burung ini juga amat ramah kepada manusia yang merawat mereka dengan penuh perhatian.

Replika burung lovebird ini akan diterbitkan dalam tiga pekan. Peluncuran sepasang burung dan dahan tempatnya bertengger akan dibagi menjadi tiga edisi. Kedua burung akan diluncurkan pekan ini dan pekan depan, sedangkan dahannya akan dirilis pada pekan ketiga.

korantempo.com Burung Cinta

Sajak Kecil Tentang Cinta

Posted: 19 Mar 2011 01:22 AM PDT

Sajak Kecil Tentang Cinta

Mencintai angin harus menjadi siut…

Kau masih ingat, saat kita masih memakai seragam bendera? Aku kerap kali menyuitimu yang lewat dengan malu-malu. Tersipu. Merah pipimu. Pertama kali aku melihatnya, aku sempat curiga. Jangan-jangan kau mengoleskan gincu di sana. Tetapi kemudian aku tahu, gincu hanya untuk bibir. Sementara saat itu aku tak sempat memperhatikan bibirmu.

Sementara bibirku yang berteriak seperti peluit nyaring di lomba lari sekolah hari itu tidak mampu memanggil angin lain ke dadaku sendiri. Aku tertinggal di urutan belakang, sesak dadaku. Terlebih ada kau di sana, di garis finish yang sudah ingin menyambutku dengan pelukan.

Hari itu aku ingat sekali, senyumanmulah yang memberiku kekuatan. Lututku sudah terasa kosong. Nafasku pun sudah ngos-ngosan. Rekan-rekan sudah berlarian di depan dalam jarak meteran. Tetapi entah kenapa aku terus berlari. Semua guru sudah menyuruhku berhenti, menyerah, kalah, lalu berbaring di tandu untuk kemudian dilarikan ke ruang kesehatan. Tetapi aku tidak mau. Aku masih berlari meski dalam kecepatan orang berjalan. Sebab aku tidak mau terlihat kasihan di depan matamu. Sebab aku mencintaimu yang seperti angin yang membawa kesejukan berbeda tiap kali aku memandangmu. Seperti pula suitan (atau siutan—sama saja) yang kupekikkan tiap kemunculanmu yang meruntuhkan daun-daun perdu di halaman sekolah itu.

Mencintai air harus menjadi ricik…

Dan tiba-tiba saja kita berpacaran seperti angin yang melenyapkan hitam awan menjadi hujan. Proses yang rumit, tetapi tak kita pahami sebagai kerumitan. Kita pun begitu mencintai hujan. Sampai-sampai hujan yang kesekian kerap juga menemani perjalanan cinta kita. Hujan di langit itu. Hujan di matamu.

Dulu, kita diteriaki sebagai sepasang anak kecil yang melawan norma. “Anak kecil tidak boleh pacaran!” Selalu itu yang diteriakkan para guru, para tetangga dan orangtua kita. Tetapi kita tidak peduli. Kita hanya berasumsi bahwa mereka cemburu, mereka tidak pernah merasakan pacaran di masa masih berseragam bendera. Mungkin mereka masih asik bermain gundu, bermain bentengan, atau main kejar-kejaran di jam istirahat. Sementara kita tidak. Kita sengaja memilih duduk di pojok kelas. Aku memandangimu. Kau memandangiku. Kita saling memandang. Kita bahkan tidak sanggup berbicara, mengantarkan kata dari bibir masing-masing kita. Kau mengeluarkan kertas, aku mengeluarkan pensil. Dan kita berbicara lewat huruf yang tertulis. Aku ingat kalimat pertama yang kau tanyakan ke aku hari itu, “apa kau akan menikahiku suatu saat nanti?”

Sekarang kita tak lagi setia pada bendera. Kau lulus. Aku lulus. Kau tetap bersekolah di desa. Aku hijrah ke kota.

“Jadi kau akan melupakanku, Kal?”

Tiga laki-laki kecil tampak di seberang sana. Sepertinya mengejar layang-layang yang putus. “Kau pernah bermain layang-layang, Mir?”

“Aku tak pernah percaya pada angin, Kal,” jawabnya sambil menggeleng.

“Layang-layang yang terpisah dari Tuannya selalu meninggalkan penyesalan yang dalam, Mir, kepada Ia yang memiliki benang… dan aku tidak ingin memiliki penyesalan itu,” jawabku dengan tegas. Mirna masih menunduk. Kakinya bergoyang memainkan rumput yang baru saja basah oleh hujan. Melihat Mirna saat ini, tentu, kau tidak akan melihat sosok anak perempuan berusia 13 tahun yang biasanya ada. Garis-garis mukanya tegas. Cara berpikirnya pun sangat cerdas. Kalaulah boleh aku mengibaratkan, Mirna adalah Aisyah yang terlahir kembali di zaman yang makin marut ini.

“Setelah putus, sang Tuan akan menyambungkan benang ke layang-layang baru, Kal.”
Dan kalimat terakhir dari kau itu tak pernah bisa aku jawab.

Mencintai gunung harus menjadi terjal…

“Aku mau lihat gunung, Kal. Aku ingin naik ke puncaknya. Kau bisa membawaku ke atas sana?”

Pertanyaanmu hari itu membuatku diam dan menggaruki kepalaku yang tidak gatal. Tidak ada gunung di desa ini. Di mana-mana sumber air selalu identik dengan mata air dari pegunungan. Tetapi tidak di Sukamoro, delapan belas kilometer dari kota Palembang. Melihat bukit atau tanah, gundukan yang relatif tinggi pun aku akan sangat senang.

Paling tinggi adalah tempat yang kita sebut ‘kedukan’. Ada tanah-tanah yang dikeruk, menciptakan kolam-kolam yang menggenang dan tekstur tanah menjadi semacam dinding yang menjulang. Kita kerap menyepikan diri ke sana. Duduk berdua di tempat yang paling tinggi sambil sesekali melemparkan batu ke arah kolam yang tak pernah terlihat dasarnya.

“Kau berani melompat dari sini, Kal?” tanyamu sambil memamerkan lesung pipitmu itu.

“Kalau kau suruh aku mendaki, kemanapun tempat yang lebih tinggi, tentu aku akan bersedia, Mir. Tetapi kau tentu tahu, aku takut jatuh. Aku takut tergelincir dan kembali ke dasar dengan luka-luka yang lepuh. Apalagi melompat dari sini, jelas aku tak mau,” jawabku bersikukuh.

Anak-anak lain berenang di bawah sana. Tanpa sehelaipun benang. Kita masih saling memandang tanpa peduli pada kecipuk air dan teriakan-teriakan riang yang mampir di telinga kita. “Kau bersedia menungguku kan?” tanyaku lagi.

Saat itu aku tak pernah berpikir, pertemuan itu akan menjadi pertemuan terakhir kita. Keberadaanku di provinsi ini hanya sampai di tingkat SMP. SMA aku harus hijrah ke kota kembang. Mengikuti kehendak ayahku yang berniat menyekolahkanku di tempat yang lebih baik.

Beberapa kali sempat aku mencoba berkirim surat, tetapi tak pernah ada suratku yang kau balas. Aku tak mengerti kenapa. Satu hal yang aku mengerti, aku percaya pada anggukanmu hari itu. Anggukan yang berarti pertanda mengiyakan permintaanku untuk menungguku, sampai semua menjadi lebih baik untuk sebuah penyatuan.

Mencintai api harus menjadi jilat…

Seperti rimbun api yang melenyapkan kayu menjadi abu.

Kerap kali kita dinasehati, anak-anak tidak boleh bermain api, nanti terbakar.

Tapi kita bermain lilin malam itu, berpura-pura jadi sepasang suami-istri yang sedang makan malam. Aku tidak akan pernah lupa menu apa yang kau hidangkan saat itu. Tempe bacem, sambal teri, dan lalapan macam kacangpanjang, ketimun, dan daun singkong. Hal yang terakhir sengaja dihidangkan sebab ada kenangan yang unik. Kenangan yang mungkin tidak akan pernah bisa kita ulangi.

“Kau mau singkong, Mir?” hari itu selesai hujan, kita yang berteduh dengan daun-daun pisang sudah merasa keroncongan. “Kita bakar atau rebus saja, kan?”

“Memang singkong dari mana, Kal? Aku lihat kau tak membawa apa-apa sekarang,” jawabmu penasaran.
Seketika mulutku memonyong ke arah pukul sebelas. Kebun singkong. Kau diam saja. Aku anggap itu sebuah persetujuan.

Sedang malam ini menjadi malam aku mengenang malam itu.

Pukul 07.40 malam di tanggal yang sama dengan malam dua puluh tahun lalu.

Dia belum datang juga.

Sudah dua kali aku ditanyai oleh pelayan restoran, hidangan apa yang hendak kupesan? Tetapi, aku masih meminta air putih saja. Menu-menu masih belum kujamah.

Seorang perempuan dengan gaun hitam sepanjang lutut dengan bagian dada sedikit dibiarkan terbuka tampak berjalan tergesa ke arahku. Cantik. Kalau ditakar, ia memiliki perawakan tak jauh berbeda dengan Kareena Kapoor. Ah, aku masih saja suka menonton film India hingga kini, mengingatkanku akan masa kecilku.

“Haekal? Maaf, aku telat,” setelah ucapan yang kujawab dengan senyuman itu, ia langsung duduk dan menghela nafas dua kali. “Aku Mirna. Kau pasti sudah tahu kan, yah dari CV yang sudah kau baca pastinya?”
Satu-satunya hal yang membuatku datang pada upaya perjodohan kali ini adalah karena namanya sama dengan namamu. Mirna. Aku sempat berharap kalian berdua adalah orang yang sama. Tetapi ternyata tetap jauh berbeda.

Mirna sudah tentu tahu kalau aku paling benci menunggu dan tidak pernah menoleransi keterlambatan. Mirna pun akan tahu caranya meminta maaf yang baik, tidak seenaknya seperti ‘Mirna’ yang satu ini.
Mencintai cakrawala harus menebas jarak…

Aku ingin kembali menemuimu, Mir. Tidakkah bumi itu bulat?

Kalau iya, seharusnya perputaran ini sudah mempertemukan kita kembali, kan?

Di mana-mana sudah gedung-gedung toko, perumahan-perumahan, perusahaan-perusahaan airminum yang menutup sumber-sumber air seolah milik mereka sendiri. Tak ada lagi anak-anak yang berenang, dan pemandangan yang dulu kusaksikan bersama Mirna dari ketinggian itu.

Sukamoro hari ini, adalah Sukamoro yang berbeda, sudah semi-kota. Tetapi kuharap kau tak berubah, Mir. Kau masih menungguku seperti janjimu itu.

Rumahmu. Kupikir itu rumahmu, sekarang sudah bercat krem lembut dengan pot-pot bunga sederhana. Ada mawar yang baru mekar. Tetapi aneh, dulu kau bilang kau tak pernah suka mawar. Sebab mawar itu angkuh, juga melukai. Kau lebih suka kembang sepatu yang ada adanya. Aku mengiyakan saja waktu itu.
Aku mengetuk pintu.

Tak berapa lama pintu dibuka. Perempuan. Tetapi bukan Mirna. “Maaf, Mirnanya ada?”

“Mirna? Mirna siapa ya? Di rumah ini tidak pernah ada yang namanya Mirna, Mas.”

“Saya Haekal, dua puluh tahun yang lalu saya tinggal di rumah sebelah itu. Di sini rumahnya Mirna, pacar saya,” aku mencoba meyakinkan.

Perempuan itu menggeleng, “maaf Mas, saya ndak tahu.” Kemudian ia menutup pintunya. Meninggalkanku dengan tanda tanya.

Mencintaimu harus menjelma aku…

Mereka semua bilang tidak mengenal Mirna. Tidak mengenal aku.

“Pak, saya butuh data kependudukan dua puluh tahun lalu. Saya harus ketemu Mirna, Pak. Saya harus mencarinya.” Aku semakin panik. Lurah di sini cukup berbaik hati untuk membantuku.

“Sabar, Nak. Bisa disebutkan siapa nama lengkap Mirna ini?”

“Mirna… a, saya lupa, Pak. Saya lupa nama lengkapnya. Tapi dia Mirna yang dulu kembang desa di sini, Pak.”

“O, maaf, Nak, dulu Bapak juga bukan penduduk sini, jadi Bapak ndak tahu. Maaf ya, Bapak ndak bisa bantu lebih jauh.”

Aku tertunduk. Kecewa.

Kenanganku tentang Mirna adalah harta karun yang terkubur di laut terdalam. Tidak satupun kuizinkan orang lain untuk mampu merenggutnya. Biarlah aku yang paling tahu titik koordinat paling tepat untuk kemudian menyelami dan menemukannya.

Tiba-tiba telepon genggamku berdering. Ayah. “Kamu sekarang dimana, Kal?”

“Saya pulang ke kampung, Yah. Rindu.”

“Mencari Mirna?” tanya Ayah spontan.

Aku tersentak. “Ba..bagaimana ayah bisa tahu tentang Mirna?”

“Apa Mirna yang Ayah perkenalkan ke kamu tidak cukup menggantikan ingatanmu, Kal?”

Aku mulai emosi dan mencium bau konspirasi. “Maksud ayah apa?! Mirna yang dijodohkan denganku itu?”

“Apa dia tidak cukup cantik untuk menjadi pasanganmu?”

“Tidak, tidak, Yah… Mirnaku tidak seperti dia. Mirnaku lebih mulia.”

“Mirnamu itu tidak pernah ada, Kal…”

“Maksud Ayah apa berkata seperti itu?! Mirnaku selalu hidup di hatiku, Yah!”

“Kamu tahu kenapa Ayah menyekolahkanmu ke kota, ke luar kota, jauh dari desa kita? Ini bukan semata-mata karena pendidikan yang lebih baik, Kal. Tapi karena kamu dan sikapmu yang semakin menjadi pergunjingan.”

“Pergunjingan karena aku yang masih kecil sudah berani pacaran dengan Mirna, begitu?”

“Bukan, Kal. Kau salah. Ini semua karena Mirnamu tidak pernah ada. Mirna itu cuma ada dalam khayalanmu semata. Semua orang menyebutmu gila karena kau kerap berbicara sendiri, tersenyum sendiri, menyebut Mirna-Mirna tetapi tidak pernah ada yang namanya Mirna di desa itu. Tidak pernah ada, Kal!”
“Ayah Bohong!!!”

Kumatikan teleponnya. Dan aku pun memegangi kepalaku yang dipenuhi berbagai pertanyaan.

diamil dari puisi Sapardi Djoko Damono

harian-global.com Sajak Kecil Tentang Cinta